VIVAnews –
Pemerintah pusat siap membantu pembangunan kembali rumah warga Desa
Menawan, Kecamatan Gebok, Kudus, Jawa Tengah, yang terkena banjir
bandang beberapa waktu lalu. Namun, pemerintah pusat masih menunggu
pemda apakah ada relokasi atau tidak.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, saat meninjau pengungsi di Graha Mustika, Kota Kudus, Kamis 30 Januari 2014.
Agung mengatakan, keputusan relokasi merupakan wewenang Pemerintah Kabupaten Kudus. Pemerintah pusat hanya membantu mengucurkan anggaran relokasi.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, saat meninjau pengungsi di Graha Mustika, Kota Kudus, Kamis 30 Januari 2014.
Agung mengatakan, keputusan relokasi merupakan wewenang Pemerintah Kabupaten Kudus. Pemerintah pusat hanya membantu mengucurkan anggaran relokasi.
Pemkab, kata Agung, harus
mengusulkan dan menyediakan lahan bebas bencana. Selanjutnya,
pemerintah pusat dan sejumlah kementerian terkait akan membangun rumah
bagi warga yang direlokasi.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kudus, hingga Kamis siang, bencana banjir dan tanah longsor sudah menelan belasan korban jiwa, dan 13 ribu jiwa dari enam kecamatan harus mengungsi.
Dalam kunjungannya itu, Agung memastikan apakah korban banjir sudah tertangani dengan baik atau belum. Selain itu, dia mengecek kebutuhan para pengungsi.
Agung yang sempat bertatap muka dengan para pengungsi meminta agar para korban banjir tetap sabar menghadapi bencana alam.
Setelah banjir reda, dia berjanji, pemerintah pusat akan segera memperbaiki infrastruktur. “Kami prihatin terhadap bencana yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Kudus. Ini sangat ekstrem,” kata dia saat memberi bantuan.
Akses terputusBanjir bandang di Kudus dua hari lalu merusak sejumlah jembatan, tentunya selain merusak puluhan rumah warga. Akses jalur antardesa sebagian masih terputus.
Di Desa Ploso, Kecamatan Jati, misalnya, jembatan Kali Gelis yang tiang penyangganya ambrol diterjang arus banjir. Akibatnya, jembatan sepanjang 15 meter ini tak bisa dilewati kendaraan.
Warga sekitar menutup jembatan dengan drum bekas dan bambu. Semua kendaraan disarankan putar arah mencari jalur lain.
Banjir Kali Gelis juga menghancurkan rumah warga yang berada di pinggir kali. Salah satunya rumah Subandi, rumahnya hancur disapu air bah.
Selain jembatan Ploso, kerusakan juga terjadi di jembatan yang menghubungkan Desa Getas Srabi dan Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu. Jembatan ini ambrol, sehingga akses warga dari kedua desa terputus.
Agar bisa dilewati, warga Getas Srabi bergotong royong membuat jembatan darurat menggunakan bambu. (art)
Galih Manunggal tvOne, KudusDari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kudus, hingga Kamis siang, bencana banjir dan tanah longsor sudah menelan belasan korban jiwa, dan 13 ribu jiwa dari enam kecamatan harus mengungsi.
Dalam kunjungannya itu, Agung memastikan apakah korban banjir sudah tertangani dengan baik atau belum. Selain itu, dia mengecek kebutuhan para pengungsi.
Agung yang sempat bertatap muka dengan para pengungsi meminta agar para korban banjir tetap sabar menghadapi bencana alam.
Setelah banjir reda, dia berjanji, pemerintah pusat akan segera memperbaiki infrastruktur. “Kami prihatin terhadap bencana yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Kudus. Ini sangat ekstrem,” kata dia saat memberi bantuan.
Akses terputusBanjir bandang di Kudus dua hari lalu merusak sejumlah jembatan, tentunya selain merusak puluhan rumah warga. Akses jalur antardesa sebagian masih terputus.
Di Desa Ploso, Kecamatan Jati, misalnya, jembatan Kali Gelis yang tiang penyangganya ambrol diterjang arus banjir. Akibatnya, jembatan sepanjang 15 meter ini tak bisa dilewati kendaraan.
Warga sekitar menutup jembatan dengan drum bekas dan bambu. Semua kendaraan disarankan putar arah mencari jalur lain.
Banjir Kali Gelis juga menghancurkan rumah warga yang berada di pinggir kali. Salah satunya rumah Subandi, rumahnya hancur disapu air bah.
Selain jembatan Ploso, kerusakan juga terjadi di jembatan yang menghubungkan Desa Getas Srabi dan Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu. Jembatan ini ambrol, sehingga akses warga dari kedua desa terputus.
Agar bisa dilewati, warga Getas Srabi bergotong royong membuat jembatan darurat menggunakan bambu. (art)
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/477478-pemerintah-janji-bangun-rumah-korban-banjir-kudus
RSS Feed
Twitter
2/04/2014 01:06:00 PM
Unknown
0 komentar:
Posting Komentar