Selasa, 24 Februari 2015

Kudus 23/02,Kunjungan Menteri Komunikasi dan Informatika RI merupakan Dukungan Menkominfo untuk Polytron dalam kesiapan dan kualitas Perangkat 4G yang Lebih Handal.
Gaung 4G LTE yang sudah didengar sejak 2009 rasanya makin akan terealisasi di Indonesia dengan baik. Hal ini dirasakan berimbang dengan banyaknya dukungan dari Pemerintah Indonesia untuk penerapan layanan 4G yang diharapkan lebih stabil spektrum frekuensinya.
4G LTE yang dipercaya handal dalam kecepatan transfer data, coverage dan layanan tentunya harus didukung oleh Pemerintah baik dalam hal kebijakan kepada pegusaha perangkat komunikasi, operator dan juga infrastrukturnya.
Kebijakan penerapan spektrum frekuensi 4G yang lebih tinggi (1800MHz) bagi beberapa operator yang telah siap tentunya harus didukung penuh guna memberikan layanan yang lebih baik dan stabil.
Barang tentu harus banyak yang dibenahi agar hal tersebut tercipta.Senin, 23 Februari 2015 PT Hartono Istana Teknologi yang berbasis di Kudus menerima kunjungan Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Bapak Rudiantara, beserta ketua APINDO
Bapak Sofyan Wanandi di Pabrik Mobile Phone Polytron yang berada di Kudus Jawa Tengah.Kunjungan tersebut juga dihadiri pejabat dan pemilik PT Hartono Istana Teknologi dan PT Djarum yang berlokasi tidak berjauhan.
Perwakilan dari PT Hartono Istana Teknologi, Santo Kadarusman selaku Public Relations dan marketing Event Manager mengatakan, “Kunjungan terbuka tersebut merupakan dukungan Pemerintah agar Polytron semakin kuat dalam membangun perangkat komunikasi 4G yang handal”.
“Bisnis perangkat komunikasi saat ini adalah peluang yang sangat besar dan menjajikan, karena kebutuhan masyarakat Indonesia akan smartphone masih besar pasarnya.
Namun batu sandungan bisnis ini adalah belum adanya industri Hardware yang ada di Indonesia, sehingga sebagian komponen
Mobile Phone Polytron masih tetap harus impor dari negara lain,” tambah Santo.
Usun Pringgodigdo selaku General Manager Mobile Phone Polytron mengatakan, “Dengan memiliki Research and Development milik sendiri yang berada di Kudus, Polytron dapat memproduksi smartphone dengan teknologi 4G LTE pertama di Indonesia dan telah mendaftarkan produknya.
Sebagai perangkat yang memiliki sertifikasi 4G LTE dengan ketentuan Tingkat Komponen Dalam negeri (TKDN) sebesar 35% yang telah sesuai dengan ketentuan dari pemerintah dan SGS”.
Divisi R and D tersebut juga memiliki peran dalam proses Quality Control yang juga diterapkan pada smartphone ZAP5 4G LTE terbaru keluaran Polytron. Quality control ini meliputi Safety test, Electronic,Reliability, Battery Reliability Test, Mechanical Reliability Test, dan Performance and Functionality Test.
Dan ZAP 5 sebagai perangkat 4G LTE keluaran lokal pertama di Indonesia memiliki world band frekuensi yang dapat digunakan di hampir semua belahan negara di dunia yaitu mulai dari spektrum
frekuensi 800 MHz, 850 MHz, 900 MHz, 1800 MHz, 1900 MHz, 2100 MHz, hingga 2600 MHz.
“Harapan kami dengan tingginya dukungan pemerintah ini maka dapat meningkatkan infrastruktur dalam penerapan 4G yang lebih mantap, selain itu agar hal ini dapat menjadi dorongan sumber daya bagi Indonesia agar lebih menciptakan industri software di sektor perangkat komunikasi”, tutup
Sumber : Public Relations Representative Marketing Department
PT.Hartono Istana Teknologi
Admin
https://id-id.facebook.com/InfoSeputarKudus/posts/929171853768906
KUDUS, suaramerdeka.com – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kudus menyetop pemberian bantuan hibah peralatan usaha pada tahun ini. Penghentian ini sebagai bentuk evaluasi penyaluran bantuan serupa tahun sebelumnya.
Ludful Hakim Kepala Dinsosnakertrans Kudus mengatakan, banyak ditemukan barang hibah yang sudah disalurkan malah dijual penerima. Padahal mereka sebelumnya, sudah mendapatkan pelatihan usaha di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus.
“Tahun 2015 kami tidak mengusulkan anggaran untuk hibah sarana usaha. Kami akan fokus pada penyelenggaraan pelatihan kerja dan pemberian motivasi kepada peserta pelatihan,” ujar Ludful, Minggu (4/1).
Disebutkan, anggaran pelatihan kerja yang diusulkan pada tahun anggaran 2015 sebesar Rp 6,5 miliar. Usulan anggaran ini menurun drastis dari tahun 2014 yang mencapai Rp15,5 miliar. Ludful menambahkan, sudah ada sebanyak 20 ribu orang yang mendapat bekal keahlian kerja melalui program tersebut.
(Saiful Annas/ CN40/ SM Network)
http://blog.masluhjamil.com/2015/01/dinsosnakertrans-kudus-setop-hibah-barang-peralatan-usaha.html

-( Cintai dengan Mengenal lebih dekat "Kudus" )-
Sejarah Kota Kudus tidak terlepas dari Sunan Kudus. Karena keahlian dan ilmunya, maka Sunan Kudus diberi tugas memimpin para Jamaah Haji, sehingga beliau mendapat gelar “Amir Haji” yang artinya orang yang menguasai urusan para
Jama’ah Haji. Beliau pernah menetap di Baitul Maqdis untuk belajar agama Islam. Ketika itu disana sedang berjangkit wabah penyakit, sehingga banyak orang yang mati. Berkat usaha Ja’far Shoddiq, wabah tersebut dapat diberantas.
Atas jasa-jasanya, maka Amir di Palestina memberikan hadiah berupa Ijazah Wilayah, yaitu pemberian wewenang menguasai suatu daerah di Palestina. Pemberian wewenang tersebut tertulis pada batu yang ditulis dengan huruf arab kuno, dan sekarang masih utuh terdapat di atas Mihrab Masjid Menara Kudus (lihat gambar).
Peran Sunan Kudus
Sunan Kudus memohon kepada Amir Palestina yang sekaligus sebagai gurunya untuk memindahkan wewenang wilayah tersebut ke pulau Jawa. Permohonan tersebut dapat disetujui dan Ja’far Shoddiq pulang ke Jawa. Setelah pulang, Ja’far Shoddiq mendirikan Masjid di daerah Kudus pada tahun 1956 H atau 1548 M. Semula diberi nama Al Manar atau Masjid Al Aqsho, meniru nama Masjid di Yerussalem yang bernama Masjidil Aqsho. Kota Yerussalem juga disebut Baitul Maqdis atau Al-Quds. Dari kata Al-Quds tersebut kemudian lahir kata Kudus, yang kemudian digunakan untuk nama kota Kudus sekarang. Sebelumnya mungkin bernama Loaram, dan nama ini masih dipakai sebagai nama Desa Loram sampai sekarang. Masjid buatan Sunan Kudus tersebut dikenal dengan nama masjid Menara di Kauman Kulon. Sejak Sunan Kudus bertempat tinggal di daerah itu, jumlah kaum muslimin makin bertambah sehingga daerah disekitar Masjid diberi nama Kauman, yang berarti tempat tinggal kaum muslimin.
Cerita Rakyat
Ada cerita rakyat di Kudus tentang 'apa sebab masyarakat Kudus sampai sekarang tidak menyembelih sapi'?. Sebelum kedatangan Islam, daerah Kudus dan sekitarnya merupakan Pusat Agama Hindu. Dahulu Sunan Kudus ketika dahaga pernah ditolong oleh seorang pendeta Hindu dengan diberi air susu sapi. Maka sebagai rasa terima kasih, Sunan Kudus waktu itu melarang menyembelih binatang sapi dimana dalam agama Hindu, sapi merupakan hewan yang dimuliakan.
Hari Jadi Kota Kudus
Hari Jadi Kota Kudus di tetapkan pada tanggal 23 September 1549 M dan diatur dalam Peraturan Daerah (PERDA) No. 11 tahun 1990 tentang Hari Jadi Kudus yang di terbitkan tanggal 6 Juli 1990 yaitu pada era Bupati Kolonel Soedarsono. Hari jadi Kota Kudus dirayakan dengan parade, upacara, tasyakuran dan beberapa kegiatan di Al Aqsa / Masjid Menara yang dilanjutkan dengan ritual keagamaan seperti doa bersama dan tahlil.
Pict. Google
Ir. Soekarno : Jasmerah (Jangan sekali-kali melupakan Sejarah).
Semoga bermanfaat
‪#‎Jivan‬